Tips Liburan Saat Puasa Ramadhan

  • -
traveling puasa

Tips Liburan Saat Puasa Ramadhan

Sewa Mobil Murah Semarang telp 081524581366 / 081901431245 / 081288524015

Puasa bukanlah halangan untuk melakukan sebuah perjalanan. Justru, jalan-jalan selama bulan Ramadhan bisa menjadi pengalaman tak terlupakan.
Masalahnya, ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan agar selama beribadah puasa tidak ada halangan.
Berikut ini ada tujuh tips untuk melakukan traveling selama berpuasa:

1. Bawa barang bawaan ringan
Traveling di hari biasa dengan traveling saat puasa tentu berbeda. Tenaga yang dimiliki juga sudah jelas berbeda. Oleh karena itu, agar tetap kuat dan lancar menjalani puasa selama traveling, baiknya pertimbangkan berat barang bawaan.
Bawa barang-barang yang penting saja dan juga kemas dengan efisien. Pilih juga barang bawaan yang beratnya lebih ringan. Percayalah, teknik berkemas yang baik akan meringankan beban selama perjalanan.

2. Jangan lupa membawa alat ibadah
Ramadan adalah bulan penuh kebaikan. Sekecil apapun amal baik yang dilakukan pasti akan dilipatgandakan. Jalan-jalan selama berpuasa tidak boleh dijadikan alasan meninggalkan ibadah. Bawalah alat ibadah kemana pun kaki melangkah.
Untuk perempuan baiknya membawa mukena dan sajadah yang mudah dilipat dan terbuat dari bahan yang ringan. Untuk pria, bawalah sajadah dan juga sarung yang bisa dilipat kecil untuk menghemat tempat di dalam tas.

3. Pilih destinasi yang ramah muslim
Memilih destinasi yang ramah muslim bukan tanpa alasan. Apalagi saat bulan puasa, sangat penting untuk memilih tempat yang menyediakan makanan halal. Berbuka dengan yang baik menjadikan puasa semakin nikmat dan berkah.
Dari beragam jenis daya tarik tempat wisata, ada tiga hal yang pasti ditawarkan. Wisata kuliner, wisata alam, dan wisata tengah kota. Nah, dari tiga jenis daya tarik tersebut, pastikan destinasi yang akan dikunjungi tidak hanya memiliki wisata kuliner, tapi juga wisata alam dan wisata tengah kota yang menarik supaya ibadah puasa tetap mungkin dijalankan.

4. Cari tahu kapan waktu berbuka dan sahur di destinasi tujuan
Mengetahui kapan waktu sahur dan berbuka juga bisa membantu saat menyusun itinerary atau rencana perjalanan. Misal, menjelang waktu berbuka, akan lebih mudah jika membuat rencana berkunjung ke tempat yang dekat dengan kawasan muslim yang memiliki masjid dan banyak pilihan kedai makanan halal.
Begitu juga dengan mengetahui waktu sahur, bisa memudahkan untuk tahu kapan waktu yang tepat untuk pulang ke penginapan dan beristirahat yang cukup agar bisa bangun dengan tubuh bugar.

5. Berbuka dengan makanan yang sehat
Belum lengkap rasanya jika traveling tanpa wisata kuliner dan mencicipi beragam makanan khas daerah yang sedang dijelajahi. Namun, bukan berarti harus mengabaikan kesehatan lambung, apalagi selama berpuasa.
Tentunya, poin yang satu ini tidak boleh disepelekan. Melansir dari situs blog Reservasi, ada beberapa makanan dan minuman yang baiknya dihindari sebagai menu buka puasa selama traveling. Makanan dan minuman tersebut antara lain air jeruk, sawi, durian, nangka, susu full cream, kol, kedondong, kopi, bawang, dan tentu saja minuman bersoda.
Selama berpuasa, lambung harus bertahan selama belasan jam dalam keadaan kosong. Makanan dan minuman yang disebutkan di atas nyatanya memiliki kadar asam dan gas yang mampu memicu beragam masalah pada lambung. Selalu makan makanan yang mengandung gizi dan bernutrisi tinggi agar ibadah puasa tetap lancar.

6. Sahur yang berkualitas
Sama halnya dengan menu berbuka, menu saat sahur pun harus diperhatikan. Maksudnya sahur berkualitas adalah sahur dengan menu yang bergizi dan memiliki kandungan vitamin yang tinggi.
Usahakan untuk memilih makanan dengan kadar karbohidrat yang tinggi dan bisa jadi sumber bahan bakar energi sepanjang hari. Semua itu juga mesti diimbangi dengan konsumsi air putih yang mencukupi.
Tambahkan juga suplemen supaya tubuh bisa selalu dalam kondisi fit dan bebas beraktivitas selama traveling sambil berpuasa.

7. Memberi bantuan pada sesama
Nah, tips yang satu ini bisa membuat traveling selama bulan Ramadhan jadi lebih bermakna dan punya sensasi yang berbeda.
Misalnya saja, membantu merapikan sajadah atau Alquran di masjid. Bisa juga membantu menyiapkan makanan takjil untuk mereka yang akan berbuka dan lain sebagainya. Yang lebih bermakna lagi adalah mengajar anak-anak. Itu kalau yang dikunjungi adalah tempat yang memiliki masjid dan komunitas muslim.
Kalau destinasi yang dikunjungi adalah tempat yang tidak memiliki masjid atau komunitas muslim, bisa juga memberi bantuan pada mereka yang membutuhkan uluran tangan. Hitung-hitung bersedekah.


Komentar Terbaru

    Kategori